Wawan Part II
Masih inget dengan postingan lamaku yang aku beri judul “Wawan :)”?
Hehehe.. :)dulu aku pernah berkata “Aku gak bisa lupain kamu Stiya” dan memang aku belum
bisa melupakan Stiya. Tau kenapa? Lihat postingan yang akan datang :P
Well, saat ini Alhamdulillah sudah ada orang yang sangat
menyayangi dan mencintai aku dengan tulus. Yes!!! Dialah Wawan. Cowok yang
mempunyai tubuh tinggi, warna kulit hitam dan lucu ini sudah bisa meluluhkan
hati Aku. Saat ini hanya dia yang bisa membuat Aku percaya.
Aku melangkah dengan
tenang. Wajahku kecapean karena seharian bekerja. Handphone bergetar
dan dengan pelan aku mengambil lalu melihat
layar handphone. Ada seutas senyum pias dibibirku.
“Assalamualikum”,
sapa Wawan diseberang sana. “Waalaikum salam,” jawabku dengan suara yang lembut.
Kitapun hanyut dalam obrolan yang tak lama. Sesekali aku tertawa renyah. Klik!!! Obrolan berhenti. Aku menghela nafas panjang dan beranjak pergi
kekamar mandi.
Aku kenal Wawan sejak
SMA. Sejak perkenalannya, Wawan tidak terlalu dekat denganku. Walaupun kita berada
dalam satu kelas, namun kita tidak banyak berkomunikasi.
Suatu ketika terjadi problem diantara aku denganya. Hanya gara-gara seorang teman lelaki
yang suka denganku, dia menjadi sering
mengejek aku. Samsul, teman satu kelas
yang lebih dulu bilang suka kepadaku. Aku tidak suka sama Samsul. Saking
seringnya di ejekin sama Wawan, aku menjadi sebel sama dia. Mungkin dari rasa
sebel dan benci itu aku malah mempunyai perasaan sebaliknya terhadap dia. Ya…
aku suka sama Wawan. Huft!!!
Stop!!! Ceritanya berlanjut besok yah… :) penasaran boleh kok :P