Senin, 25 November 2013

Kost 84 On Vacation


 "Waduk Sermo Dan Kalibiru"

Well.... ini kami kalau lagi liburan. Liburan kali ini kita menjelajah ke Kulonprogo. Awalnya kita mau pergi ke tempat hiburan di salah satu daerah concat, yaitu tempat karokean. Karena sudah terlalu sering dan suara kami biasa-biasa saja, Aku menawarkan liburan yang jauh dari kota dan bisa nenangin diri sejenak. Setelah beradu pendapat, keputusan liburan kali ini ke Waduk Sermo. Go.... 
 
Objek wisata alam di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta adalah Waduk Sermo. Waduk yang terletak di Bukit Menoreh, tepatnya di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 1 jam dari kota Jogja. Perjalanan ke Waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Perjalanan ke lokasi yang menanjak dan berkelok-kelok tentu akan menambah suasana petualangan di alam semakin terasa. Memang benar, setelah sampai dilokasi, kami disajikan berupa keindahan alam yang masih asri. 
 
Letak Waduk Sermo boleh dibilang cukup strategis, karena berada diantara dua bukit dan disekelilingnya masih banyak pepohonan dan adanya cagar alam atau hutan wisata yang membuatnya nampak hijau dan sejuk. Di sana terdapat jalan yang melingkari sekeliling waduk sehingga memudahkan kami menikmati Waduk Sermo dari sudut pandang manapun dengan leluasa. Di sepanjang jalan melingkar itu terdapat tempat – tempat persinggahan berupa rumah jamur (berbentuk seperti jamur) dan juga rumah panggung. Terdapat pula warung makan, bengkel dan juga toilet umum. Disamping itu juga menyediakan wisma atau vila apabila kami ingin menikmati keindahan waduk pada malam hari. Bila ingin mengelilingi Waduk Sermo lewat air, disana juga disediakan penyewaan perahu atau sering pula masyarakat menyebutnya “gethek”. Perahu motor juga ada. Bila ingin memancing, kita tidak perlu membayar. Cukup membeli atau membawa sendiri peralatan untuk memancing. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo, namun ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.
 
Setelah puas melihat-lihat pemandangan Waduk Sermo perjalanan kami lanjutkan menuju Kalibiru. Kalibiru merupakan Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan berada di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Yogyakarta, pada ketinggian 450 m dpl. Lokasi kawasan wisata ini terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km, atau hanya berjarak 10 km dari Kota Wates. Lokasi Kalibiru berada dekat dengan Waduk Sermo. Sekitar 30 menit perjalanan dari Waduk Sermo. Setelah sampai dilokasi Kalibiru kami langsung memarkirkan sepeda motor yang telah tersedia disana. Kemudian dilanjutkan perjalan kaki menuju gardu pandang Kalibiru. Dari atas gardu pandang kita dapat melihat kota Jogja dan Kulonprogo dari atas. 
 

Kalibiru merupakan kawasan hutan yang dikelola masyarakat sekitar dan dijadikan objek wisata alam. Hutan wisata ini berada di perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Hagrowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Dari Wates, ibukota Kulonprogo, Kalibiru berjarak 10 km. Sedang dari Kota Jogja , Kalibiru berjarak 40 km dan dapat ditempuh dalam waktu 60-90 menit. Di Kalibiru tersedia berbagai paket wisata, diantaranya wisata perdesaan, budaya, pendidikan, keluarga, terapi alam, dan lain-lain. Untuk masuk ke hutan wisata Kalibiru, pengunjung harus membayar retribusi sebesar Rp. 3000,- Dan untuk menikmati desir adrenalin di lintasan flying fox, pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp. 5.000,- untuk anak-anak. 

 




 






  
Kami hanya sebentar singgah menikmati desiran angin Kalibiru. Jujur, awalnya kami tidak tau kalau wisata Kalibiru itu hutan lindung. Kami kira hanya sungai-sungai yang menunjukan air yang berwarna biru sehingga disebut dengan "Kalibiru". Tapi memang sungguh memanjakan kami.






Ok!! ini salah satu liburan kami. bisa saja menjadi salah satu regrensi untuk teman-teman sekalian. Tempat wisata murah, menyenangkan dan juga dijamin ga bakaln rugi menikmati pemandangan alam ini. Eititss!! tempat wisata yang lainya juga banyak looo di Kulonprogo ini. Kami rencana mau kembali ke Kulonprogo setelah kami banyak uang hehehehe...








Rabu, 20 November 2013

Nice Picture


 Gwen bareng tante Zi :)
 Gwen cantik buangeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttt!!
tante kalah sama Gwen :( #stay cool
Cucu paling cantik dan disayangi sama keluarga. Imoet sie...
 Gwen di gendongan Uthi Tarkunah

Tante jadi kangen Uthi... :(
 Tante ke salip sama ponakan :(

Huwa... kapan giliran tante?? #Mikir
Pernikahan Aji dan Selfy
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah... Aminn.. :)

#Berdoa semoga cepet nyusul :)

 Abiis ngijab makan bareng :)
 Aw.. aw.. aw..
Gwen bareng pakdhe Ansory

"Keep smile"

Keputusanku

Minggu itu memasuki lebaran Idhul adha. Zi turun dari motor kakaknya yang telah menjemput pulang dari Jogja. Zi melangkah dengan tenang. Terdengar suara tiga ponakan Zi yang memanggil namanya, langsung saja mereka menggelayuti Zi. Zi cium mereka satu persatu. Datanglah ibu dan abah dari ruang makan, langsung saja Zi cium kedua tangan mereka lalu dipeluk dengan rasa kangen.
Alhamdulillah, sudah sampai” ucap ibu, seraya mencium keningnya.
Iya, Alhamdulillah” lirihnya.
Istirahat dulu Zi, mandi terus sholat magrib” ajak abahnya.
Iya” sembari membenahkan tempat tidur dan meletakan tasnya.
Senja semakain merona,. Warna jingga dibarat sana nampak romantis. Ada secercah resah pada anak manusia. Zi resah. Batinnya sedang terusik karena masalah pernikahan. Dalam sujudnya Zi meminta kepada sang pencipta agar bisa sabar dan santai melaluinya.
Sedang di sudut ruangan Zi duduk dengan kedua kakak perempuannya, Ika dan Umi. Mereka bertiga sedang membicarakan hal pernikahan Zi. Datanglah Endra menghampiri Zi. Deg! Inilah pertama kalinya Zi bertemu dengan Endra. Tak menyangka akhirnya tuhan mempertemukan mereka berdua. Ada perasaan gelisah dan rasa bersalah yang menggelayuti hati Zi.
Zi kenal Endra sejak dua tahun yang lalu. Perkenalan mereka berdua berjalan dengan cepat. Entah kenapa dia sampai memutuskan untuk terima Endra menjadi pacarnya. Walaupun selama dua tahun tak bertatap muka, mereka selalau berkomunikasi dengan baik. Adakalanya rasa jenuh menghampiri Zi. Kenapa dia mempunyai pacar yang jauh, tak bisa setiap hari, tiap minggu bahkan tiap bulan tuk bertemu. Mungkin sudah takdirnya mereka dipertemukan dengan keadaan jarak yang memisahkan. Layaknya hubungan, tanpa masalah tak akan sedap untuk dijalani. Mereka pernah bertengkar karena Zi merasa terganggu dengan sikapnya Endra yang selalu ingin menang sendiri. Hal itulah yang membuat Zi memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Endra. Mereka pacaran dengan jarak jauh tak cukup lama, tiga bulan mempunyai pacar tapi tak merasa seperti mempunyai. Ya, karna jaraklah yang memisahkannya. Sejak putus dengan Endra, Zi bersikap seperti biasanya. Menjalani kuliahnya dan berbagai kesibukan lainnya.
Memasuki lebaran Idhul Fitri, kembali Zi dipertemukan dengan Endra. Setelah lama tak berkomunikasi dengan Endra, ada rasa canggung yang dirasakan oleh Zi. Ternyata Endra menunggu Zi untuk bisa kembali dengannya. Endra mengutarakan niatnya untuk meminang Zi.
Zi, maukah kamu menikah denganku?”
Kalau kamu mau menikah denganku, aku sangat senang sekali Zi”
Zi hanya terdiam mendengarkan kata-kata yang terucap dari bibir Endra. Zi tak menyangka kalau Endra berani melamarnya. Dalam hatinya Zi masih mencintai Stiya.
Zi, kenapa diam? Kamu maukan menikah denganku?” Endra kembali bertanya.
Emmm, ya kenapa mas?” Zi tergagap.
Aku tak tau mas. Aku tak tau harus menjawab apa”
Apa mas yakin denganku, sampai memutuskan untuk meminang aku?” tanya Zi.
Insyaallah, kamu adalah wanita yang dikirimkan oleh Allah untuk aku” Endra meyakinkan Zi.
Zizi tediam, tak memperdulikan suara disebrang sana memanggil-manggil namanya. Yang ada dalam hatinya adalah perasaan gundah.
Pak, saya ini ingin ketemu dulu dengan anak Bapak. Masalah nikah atau tidaknya kita kan sambil berjalan” ucap Zi.
Iya nak, bapak juga ingin seperti itu. Siapa tau setelah kamu bertemu dengan Endra bisa melansungkan pernikahan” jawabnya.
Untuk saat ini saya tidak berjanji untuk bisa menikah dengan mas Endra. Saya mau berjalan seperti biasa saja. Lagian saya ini masih harus menyelesaikan kuliah yang tinggal sebentar lagi rampung. Dan kalaupun mas Endra sudah berkeinginan untuk menikah. Saya persilahkan mas Endra mencari wanita lain yang sudah siap untuk dinikahi” ucap Zi panjang lebar.
Abah dan ibunya Zi sangat mendukung dengan lamaran Endra. Karena abah dan ibunya Zi sudah tau siapa Endra dan keluarganya Endra. Sebelum Endra meminta Zi untuk menjadi istrinya, orang tua Endra sudah meminta duluan kepada orang tua Zi. Namun keputusan berada pada tangan Zizi.
Tak ada alasan untuk tidak kembali berkomunikasi dengan Endra, mungkin dia adalah jodoh yang dipersiapkan Allah untuk Zi. Tak berharap lebih dari hubungan itu, Zi hanya bisa menjalani dengan biasa saja. Dalam sholatnya dia tak lupa berdoa kepada Allah meminta petunjuk tentang masalah lamaran Endra kepada Zi.
Assalammu’alaikum..,” sapa Endra, mengejutkan Zi dari pintu. “Wa’alaikum salam” jawab Zi agak sedikit tergagap.
Dari mana mz Endra?”
Emmm, dari rumah saudara”
Keduanya melangkah bersama ke ruang tamu. Zi hanya diam dalam langkah. Endra mencuri pandang gadis yang tak jauh dari langkahnya. Gadis yang sudah dua tahun dikenalnya.
Tak banyak basa basi, Endra langsung berbicara tentang masalah lamaranya.
Gimana Zi, apakah kamu mau menikah denganku?”
Zi terdiam memandangi semut yang berjalan dilantai membawa sisa-sisa makanan.
Zi, tolong kamu jawab dan beri kepastian untuk aku” pinta Endra.
Dengan berat hati Zi berbicara. Ada rasa kecewa yang dirasakan Endra pada saat itu. Perjuangan untuk mendapatkan Zi sangatlah berat. Endra datang jauh-jauh dari Sumatera, rela meninggalkan pekerjaan hanya untuk melamar seorang gadis pujaanya. Namun perjuangannya tak sejalan dengan harapannya. Zi memegang tangan Endra dan berkata.
Mas Endra, untuk kali ini Zi belum siap untuk dipinang olehmu dan oleh siapapun”
Banyak yang harus aku selesaikan dalam study Zi”
Zi mau fokus dulu untuk study Zi”
Zi takut, Zi ga bisa menjadi Istri yang baik untuk mas”
Untuk sekarang ini kita saudaraan saja” pinta Zizi.
Dengan nada terbata-bata Zi, mengucapkan kata-kata itu. Zi melirikan matanya melihat Endra yang lemas dan kecewa dengan putusan Zi.
Maaf mas, atas sikapku terhadapmu”
Seminggu berada dikampung Zi, Endra sudah mendapat jawaban yang dinantikan. Dan karena Zi menolak untuk dilamarnya, Endra pun harus kembali ke Bengkulu untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dengan mengajak Zi jalan-jalan melihat pemandangan persawahan di desanya Zi. Endra tak canggung dan marah kepada Zi. Ini sudah menjadi sebuah resiko untuk Endra. Zi juga nyaman sekarang, karena tak ada tanggungan perasaan yang menggelayuti hatinya.
Mentari bersinar kekuningan, angin sore membuat sejuk dan kerudung Zi manari-nari. Zi diam memandang jauh ke arah pepadian yang mulai menguning.
Zi, makasih sudah mau menjadi bagian hidupku” Endra membuka pembicaraan.
Kamu yang sudah selalu menasihatiku, mengingatkan aku untuk selalu berbuat kebaikan dan kamu juga yang telah membuat hati ini kecewa”
Aku hanya bisa meminta kepadamu agar tak melupakan aku disaat kita tak bersama lagi. Semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan keinginanmu”.
Zi masih terdiam dan sesekali membenarkan posisi kerudungnya.
Zi, aku minta kepadamu, jangan pernah kamu tidak memberi kabar kepadaku. kabar apapun tentangmu, entah itu kabar baik, bahagia ataupun sedih”
Lama menunggu jawaban dari Zi, Endra memanggil namanya dengan lembut membuat Zi berani menatap wajah Endra.
Mas, Zi hanya butuh doa, nasihat dan support untuk kuliah Zi”
Berharaplah tak terjadi apapun yang buruk”
Zi sudah menganggap mas itu seperti kakak Zi sendiri, karena pada awalnya kita adalah keluarga, jadi tak mungkin Zi melupakan mas Endra”
Air mata Zi mulai mengalir. Dalam hati Zi berkata “Ya Allah, jika kami berjodoh maka tetapkanlah hati kami berdua, namun jika kami tidak berjodoh maka carikanlah pengganti untuk kami sesuai dengan keinginan kami”
Senja mengahiri hari itu, mereka berdua pun kembali ke rumah masing-masing.
Sore itu menjadi pertemuan terahir untuk mereka. Besok pagi Endra sudah harus berangkat kembali ke Sumatera untuk bekerja. Keluarga Endra menerima keputusan Zi menolak untuk menerima dan menikah dengan Endra. Zi duduk dengan Endra di teras. Malam itu Zi gunakan untuk mengenal lebih dekat lagi dengan Endra. Ngobrol-ngobrol seperi biasa, seperti sudah tidak ada rasa canggung dan malu diatara mereka berdua. Sebenarnya Zi tak yakin mengambil keputusan menolak lamaran Endra. Ada sedikit hal yang Zi ragu terhadap Endra. Namun keputusan sudah menjadi keputusan, Zi tak mau merubah keputusannya. Kembali mereka tertawa bersama, Zi membuatkan secangkir kopi untuk Endra. Sembari memegang tangan Zi, Endra berbicara pelan kepada Zi.
Aku akan menunggumu sampai kamu selesai kuliahmu”
Zi melepaskan tangannya dari genggaman Endra. Zi hanya diam dalam sesaat kemudian masuklah ayah Endra.
Zi, selesaikanlah kuliahmu, jangan sampai terhenti ditengah jalan. Kita sekeluarga mendoakan untuk kebaikan kamu”
Semoga kamu bisa menjadi apa yang kamu cita-citakan”
Zi hanya mengamini ucapan ayah Endra.
Terimakasih pak, semoga dikabulkan doanya”
Iya Zi, jangan lupa kalau ada waktu maen ke Bengkulu sekedar silaturahim”
Insyaallah pak, doakan saja semoga umurku panjang, amiin” balasnya.
Malampun semakin larut, Zi dan keluarganya berpamitan untuk pulang.
Mas, kalu bis yang mau nganter mas ke Bengkulu sudah datang, tolong kasih tau Zi ya mas?” pinta Zi kepada Endra.
Iya Zi, pasti aku kasih tau ko ke kamu” sembari senyum.
Dengan rela, Endra melepas jabat tangannya dan melihat Zi melangkah kembali kerumahnya.
Pagi hari, Zi baru selesai mencuci piring. Ada pesan masuk ke ponselnya.
Dek, bisnya sudah datang, mas pamit berangkat yah”
Langsung Zi meninggalkan dapur menuju dimana Zi menyaksikan Endra pergi. Sesampainya, Zi hanya bisa melihat dari dekat Endra memasukan barang-barang dalam bis. Zi, meneteskan air mata lagi. Ada perasaan bersalah dalam dirinya karena telah menolak Endra. Dengan cepat Zi menghapus air mata dan bersikap biasa saja. Endra selesai memasukan barang dan berpamitan kepada seluruh keluarga. Sesampai dihadapan Zi, Endra hanya mengulurkan tangannya tanpa ada kata-kata yang terucap dari bibirnya. Endra masuk kedalam mobil, Zi langsung pergi menuju rumahnya tanpa melihat bis situ berjalan meninggalkan desa.
Maafkan aku mas Endra” ucapnya lirih.










NGUMPUL, ANTARA PENTING DAN GA PENTING

“Maksudnya apa nie..!!” kamar sebelah teriak.
“Hem.., ga da maksud apa-apa kok.. “ aku nyengir kuda.
#sikap
Apasih yang biasa kamu lakukan kalau lagi pada di kost bareng temen-temen?? Ngumpul, ngobrol, ngrumpi di salah satu kamar temen, makan-makan, bercanda apa malah ejek-ejekkan? Sebenarnya penting gak sieh sering ngumpul bareng? Pasti beraneka ragam jawaban yang disertai dengan argument.
Itulah yang sekarang sedang dialami oleh teman satu kostku. Sudah dua minggu yang lalu dia jarang ngumpul. Entah apa sebabnya kenapa dia tidak mau ngumpul lagi seperti dulu. “Bukannya tidak mau ngumpul bareng lagi, tapi hanya mengurangi ngumpul-ngumpul dan ngobrol yang tidak penting” katanya. Tentunya perubahan sikap seperti itu membuat teman-teman yang lainnya bertanya-tanya, “kenapa dia sekarang jarang ngumpul”? dan aku hanya bisa menjawab dengan singkat “mungkin ingin merasa sendiri” .
Memang,kadang ngumpul bareng teman hanya bisa membuat waktu kita menjadi sia-sia. Misalkan saja kita ada tugas dari kampus dan harus dikumpulkan besok. Kita baru saja ngerjainnya semalam sebelum dikumpul padahal tugas itu diberikan seminggu yang lalu. Kemana waktu yang kemaren? Buat apa waktu tersedia? Ngumpul, ngobrol, ngerumpi? Parahkan memang.
Ngumpul yang penting :
  1. Sholat berjama’ah #aku yakin, hal ini yang jarang banget dilakukan di sebuah kost
  2. Tadarus bareng #apalagi yang ini, Al-qur’an hanya menjadi hiasan dirak buku itupun diselip-selipin diantar buku yang udah ga terpakai (hasil survey dikamar temen-temen)
  3. Belajar bareng, membahas satu materi yang ditugaskan (ini untuk temen-temen yang satu kampus dan tentunya satu jurusan)
  4. Nambah informasi tentang materi kuliah
  5. Masak bareng dan di makan bareng (tentunya dengan uang patungan)
  6. Tambahin sendiri yang menurutmu bermanfaat.

Ngumpul yang tidak penting :
  1. Ngerumpi
  2. Ngegosip #sama ajah
  3. Ngomongin orang #apalagi
  4. Membicarakan pacarnya misalanya, membanggakan pacarnya ampe ga ada habisnya, kan kasihan bagi temen-temenmu yang masih sendiri, kenapa sendiri? Karena dia jomblo #EH!!!
  5. Tambahin sendiri apa yang tidak bermanfaat.
Penting gak pentingnya kumpul bareng temen itu kamu sendiri yang menilai. Kamu harus bisa memilih mana yang namanya ngumpul penting dan mana yang gak penting. Ok!!!

Ngumpul itu penting kalau pas lagi mati lampu... :)

Rabu, 06 November 2013

Menikah sarana menjaga kesucian


Manusia, telah dicipatakan berpasang-pasangan oleh Allah, dan merupakan fitroh pula diantaranya, timbul rasa kasih sayang, dan islam telah memberikan solusi berupa pernikahan. Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunah nabi dan untuk menjaga agama serta kehormatan.
Lebaran Idul adha kemaren (tahun 2013), aku mendapat undangan pernikahan sebanyak 4 undangan. Aku kaget, semuanya adalah teman sekolah dan teman bermainku. Mendapat undangan sebanyak itu membuatku bingung #bingung kondangan pake uang siapa. :P


 Undangan pertama dari Gupron dan Liz. Kurang lebih 2 tahun mereka menjalani masa berpacaran. Tentunya sedikit cerita yang bisa aku dapatkan. Hubungan kurang sedap kalau tidak mengalami permasalahan yang membuat semakin erat. Hubungan mereka sempat mengalami perpisahan, hal ini tidak lantas membuat hubungan kekeluargaan semakin menjauh. Gupron sempat bercerita, sebenarnya dia sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kembali hubungannya dengan Liz. Keluarga Liz meminta untuk bisa meneruskan hubungan ini sampai menikah. Gupron hanya bisa berharap yang terbaik. Setiap malam dia melaksanakan sholat tahajud dan berdoa agar mendapatkan jalan yang terbaik untuk hubungannya. Allah mendengar doanya, atas izin Allah mereka akhirnya menikah. Ikut bahagia dan senang, tak lupa juga ikut foto-foto dan ngambil bunga melati penganten. Mitosnya sie biar cepet ketularan.. hehehehhe...

Aku hanya bisa menghadiri pernikahnnya seraya berdoa untuk mereka “semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah”.
Mereka kompak menjawab “Amiin…, terimakasih, kapan nyusul?”
Aku, aku hanya bisa menjawab “doakan saja, jodohku masih menjadi rahasia Allah”



 
Well, ini dia undangan ke dua. Undangan ini secara tidak langsung ditunjukan kepadaku. undangan ini berasal dari Andri dan Rina. Mengapa tidak langsung? Karena undangn ini hanya lewat telefon. Jahat banget kan!!
Sempat bercerita kalau Andri akan menikah dengan gadis asal jawa barat. Saat itu hatiku hancurrr!! Sebabnya adalah, dia udah berjanji akan nikahin aku… eh bukan dink..!! namun aku tak bisa menghadiri acara pernikahannya. Proses ijab kobulnya barengan sama gupron, dan dia ijab di tempat Rina di Jawa Barat. Jauh kan?? yang deket juga ada. Meskipun tak melihat ijab kobulnya, aku kecipratan makanannya hehehehehe #tambah endutz…
Doaku untuk kalian semoge menjadi keluarga “SAMARA”

Undangan ke tiga, berasal dari teman bermainku. Bayani, dia dipersunting oleh pria asal…. #lupa yakin..!! hehehehe ah pokoknya pria itu bernama Rizal.

Mereka sudah lama berpacaran, dan memutuskan untuk menikah dibulan haji ini. Hehehe.. pergi kondangan, aku lihat dari jarak 25 meter sudah terlihat pelaminannya. Diamana mereka akan duduk bersanding, dimana orang-orang dapat melihat kebahagian yang dirasakan oleh mereka. Masuk kedalam rumahnya dengan berbekal kamera, aku dipersilahkan duduk dan diberi segelas air teh hangat. Ngobrol-ngobrol ringan sembari diiringi lagu dangdut yang aduhai. Mataku tak berkedip melihat pelaminan itu sembari membayangkan “andai yang duduk dipelaminan itu adalah aku dengan pangeranku” hahahaha mimpi #plakkk!! Meminum teh yang di sediakan lalu meminta izin untuk foto dipelaminan. Jepret… jepret…. :P lalu pamit pulang dengan menyodorkan amplop kosong… #hah!! Ada kok, tapi sedikit.
Sore harinya, dimana aku menunggu untuk proses ijab Kabul. Namun, kebagian jaga warung aku tak bisa melihat proses sakral itu. Sedih sie.., tapi gak apa-apa kok masih bisa liat dia bersanding dipelaminan. Nah pas moment jepret foto, aku ga bisa ikutan karena prosesnya dipercepat. Alhasil aku ga bisa foto sama tuh penganten.. :(
Doaku untuk kalian sama “semoga menjadi keluarga SAMARA”

#Just info, dulu pas masih SD Bayani pernah suka sama Andri. Sekarang mereka sudah menemukan pasangan masing-masing 

Undangan ke empat, berasal dari teman SD, tetangga sebelah namanya Lina, dia menikah dengan teman SMP ku yang juga teman Lina juga. Namanya Heri. Lagi-lagi aku tidak bisa menghadiri pernikahan itu. Karena aku harus balik lagi kejogja untuk melanjutkan penelitianku.
Singkat cerita, hubungan mereka sudah berjalan hampir 3 tahun. #singkat banget kan?? Hehehehe.. Heri berasal dari desa sebelah, yaitu kutayu. Jauh sih.. harus nyebrang sungai dan melewati gunung. #akh lebay..!! hubungan itu berawal dari acara reunian anak SMP pas lebaran tahun 2011, waktu itu aku gak tau karena aku ga ikut. Capek... baru datang dari jogja. Tau tau dah mau nikah. Good lah… :p
Dan sama doaku untuk kalian “semoga menjadi keluarga SAMARA”





Sedangkan aku, aku harus mencari dimana imamku berada dan Allah mempertemukanku dengannya.
Kalian…, tunggu undangan dariku yah…
Cepet-cepet kasih aku ponakan…, ntar lo anak kalian udah pada gede kita jodohin aja yah.. mau gak?? Hahahhaha #ide gila!!