Senin, 18 Februari 2013

Cerpennya :)

Ketika Pisah
Sudah tiga hari tiga malam Noya menangis mengingat pacaranya yang untuk mengakhiri hubungannya tanpa ada alasan yang jelas. Kegalauan melanda hatinya, lagu-lagu galaupun mengantri untuk meminta didengarkan oleh telingannya Noya. Noya tidak tau harus berbuat apa. Bingung, resah dan gelisah yang ada dihatinya saat ini. Hari-hari dilaluinya sangat berbeda, biasanya Noya selalu membuat bibir ade-ade asrama tersenyum dan ceria mendengarkan cerita-cerita yang dianggap oleh adenya lucu.
“Mba Noya ko diem aja?” momo membuyarkan lamunan dan Noya hanya menggelengkan kepalanya.
Nisa, Elli dan Ina salig berpandangan. ‘ Mba Noya kenapa sih, aneh deh??”. Sambut Nisa dalam hati. “mza Mba Noya ga senyum dan ceria akhir-akhir ini”. Noya hanya diam dan melanjutkan lamunannya tanpa menghiraukan ade-adenya berbicara.
*******************************************************************8***
Bermula pada siang itu, Noya pulang dari tempat magangnya dengan tergesa-gesa menuji kampus untuk menemui dosen pembimbingnya. Dikampus Noya bertemu dengan Rino. Rino adalah mahasiswa program sore yang sudah dua tahun lalu menyatakan cintanya kepada Noya namun tak dibalas oleh Noya. Kontan Noya kaget dan memarekirkan sepedanya dekat dengannya. “jangan sampai dia bilang cinta lagi sama aku” dalam hati Noya berbisik .
 “Hey Noya, mau kemana ko buru-buru gitu?”. Noya kaget an berhenti sejenak. (Duuuuuuuh..!! malez banget sie..!!) “mau ketemu dosen mas” jawab Noya sambil berlalu.
“Duduk dulu sini sebentar, ngapain buru-buru gitu??”
Noya sibuk memegangi proposal yang akan diberikan kepada dosen pembimbingnya tanpa menghiraukan Rino. “Aku kesini bukan mau ketemu kamu Rino” dalam hati berbisik.
‘Kamu kenapa Noya? Ko nangis gitu”? Ria memeluk tubuh Noya dengan lembut yang masih menangis dan Noya menunjukan beberapa sms dari pacarnya.
Ria hanya diam sanbil membaca sms dari pacarnya Noya. “kenapa dia begitu, apa ada yang salah dengan kamu”. Noya masih menangis dalam pelukan sahabatnya. Sembari mengusap air matanya Noya yang masih mengalir Ria merasa kasihan dan ikut merasakan apa yang Noya rasakan.
“Mungkin dia belum jodoh buat kamu, relakan saja dia pergi. Kalau memang dia adalah jodoh yang tuhan tentukan untuk kamu, tuhan pasti kan mempertemukan kamu dengan dia ditempat yang indah berdua saja” Ria mencoba menghibur Noya.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Dua bulan yang lalu, Noya baru saja memutuskan untuk mengakhiri maza kesendiriaanya dengan menerima tawaran Galang untuk jadi pacarnya. Galang bukanlah orang baru yang hadir dalam hari-harinya Noya. Galang merupakan ade angkatan yang berarti dua tahun dibawahnya Noya. Perkenalan mereka berawal dari facebook. Noya dan Galang sering bertemu di dunia maya dan jarang banget bertemu didalam kampus, padahal mereka satu kampus. Tukeran nomor hp (tapi yang sms duluan Noya). Bosan hanya berkomunikasi di dunia maya Noya ngajak ketemuan dan Galang pun mau.
Pertemuan pertama yang dirasakan aneh oleh Noya, mereka berdua hanya duduk dan diam, bertolak belakang sekali dengan di facebook. Akh..!! malez..!! jam masuk kuliah memisahkan mereka.
Noya mengirim sms “pertemuan yang kurang mengesankan, tapi seneng bisa ketemu langsung”.
“lah mau gimana lagi? Ketemu di dalam kampus ga enak mba.. :P..” galang membalas.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Hari berganti, ceita Noya dengan Galang tidak berhenti sampai disitu. Cewe mana sih yang enggak bahagia ditembak sama cowo pujaannya. Enggak beda dengan Noya, yang sedikit berubah sejak “jadian” Galang. Berangkat kekampus lebih ceria, wangi dan selalu mandi pagi walaupun masuk kampus jamnya siang.
“Tumben enggak tidur abis sholat subuh?” ujar Elli sewaktu antri mandi.
Dengan senyum Noya menjawab “duuuuuuuuuuuuuuuuh..., biasa ajah dunk de Elli, lagi seneng nie... hahahha....”
“Yah, semoga mba Noya selalu diberi kesenangan oleh Allah melalui orang-orang yang dekat dengan mba Noya...” seraya menadahkan tangan berdoa pada Allah.
“Amiiiiiiiiiiiiinn..., thanks for you pray.. J, udah sana mandi...!! Noya Masih membaca majalah islaminya.
Selesai apel pagi Noya dan ade-adenya sarapan. “mba Noya baru jadian de seminggu yang lalu” Noya membisikan pad telingannya Elli. “Emh..., pantesan wajahnya selalu ceria” jawab Elli. “kayaknya perlu ada PJ-PJ nie.., Ina, Nisa kamu mau ditraktir apa sama mba Noya?” teriak Elli kepada dua temennya. “Emang ada apa, siapa yang ultah hari ini?” Nisa berbicara. “Ini mba Noya baru jadian” . Nisa dan Ina serentak bertanya “sma siapa mba?”. “Apa mba Noya udah yakin??” Ina kembali bertanya.
 “sama Galang, itu loh de yang dulu pernah mba ceritain pas mba dan mas Galang pernah satu kelas” Noya mebjawab. “ooooooooooooooowwwwwwwwhhhh.... ”Elli, Ina dan Nisa kompak menjawab.
“doanya ajah ya de” Noya berkata.
“Langgeng yah mba.. J J J” Nisa berdiri dan mengambil minum.
“thanks de”... J J sembari menyalami mereka berangkat sekolah.
Setelah jadian dengan Galang, tak ada perbedaan yang dirasakan oleh Noya. Masih sama, jarang ketemu enggak pernah keluar malam berdua. Mungkin gak penting bagi Galang, padahal Noya ingin sekali bisa menghabiskan waktu liburnya berdua bersama Galang. Setiap diajak ketemuan, Galang selalu ajah ada alasan yang enggak bisa ditolak oleh Noya. Itu yang kadang membuat bingung Noya. Galang tidak mau ada teman-teman satu kampus tau kalu mereka sudah jadian, memajang foto di jejaring sosial apapun. Mungkin Backstreet lebih pas untuk sebutan hubungan mereka. Noya selalu menuruti, memahami dan mengerti Galang, tanpa Galang tau Noya pun ingin dimengerti dan dipahami. Sayang dan cinta, itulah yang membuat Noya tetap bertahan dengan Galang.
Tapi itu dua bulan yang lalu, saat mereka bersama. Dalam diri Noya tidak akan pernah benci dengan Galang, karna Galang adalah orang yang pernah mengisi relung hatinya. Noya akan selalu mencintai Galang entah samapai kapan. Noya pun tau, bahwa Galang masih mencintai dan menyayangi Noya.
Ya rabb.....
Terimakasih engkau telah mempertemukan hamba dengannya...,
semoga setelah perpisahan ini akan ada pertemuan kembali dengan waktu dan tempat yang berbeda...,
Besar harapan dan impian hamba untuk bisa hidup lebih lama lagi bersama dengannya...
Doa malam yang dipanjatkan Noya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar