Senin, 04 Maret 2013

Hadirkan Allah Dalam Kehidupan

Assalammualaikum....

Aku selalu mengeluh dengan nilai-nlai akhir semesterku. Aku pahami dengan benar apa yang membuat nilai-nilai itu membentuk setengah lingkaran alias "C" padahal menurutku, aku bisa dan paham materi-materi yang diberikan oleh dosen-dosenku. Tapi......, pada penilaiannya aku hany mendapat setengah lingkaran. Aku menargetkan ntuk mendapatkan nilai B pas itu. Aku bertanya pada pada dirku sendiri, kenapa bisa seperti ini? apa yang kuiarang? apa bisa diperbaiki?? HUFFFTT!!! MEMANG TAKDIRKU...!! :(

Aku selalu mengejar ketertinggalanku. Belajar lebih rajin, aktif bertanya kalu tidak paham, dan minta dijelasin ulang sama temanku yang memang bisa. Lalu, ujian datang . Aku persiapkan segala sesuatu untuk perang menghadapi soal-soal itu. Seeperti ngumpulin materi-materi, pinjam kumpulan sola-soal punya kaka angkatan dan tentunya mereview semua materinya. :)

Ujian...., itu adalah salah satu aku mengetahui seberapa besar ilmu yang aku serap dari materi-materi yang diberikan oleh dosen. Saat ku melihat soalnya, hampir sama dengan soal-soal kearen bahkan sama plek. Aku jawab sesuai yang aku pahami, membuka memori-memori yang terselip di otakku. Aku bisa... :). Kadang ada juga soal-soal yang diberikan itu keluar dari materi tapi aku mencoba menjawab. yes... "I CAN DO IT"!!!

Saat melihat nilai, setengan lingkaran muncul, HUUUFT!!! kenapa "C" lagi sie?? kuliah ini aku paham!! aaaaaarrrrrgghhhh!!! Apa salahku..!! hem... percuma juga protes..!! Aku merenung lebih dari yang biasanya. "Apa yang salah dari hamba ya allah?? hamba selalu mengikutinya dengan benar, tertib, dan selalu mengerjakan tugas-tugas itu, apa yang kurang???"

"HADIRKAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN"

Ternyata, Allah tidak dalam kehidupanku bahkan aku yang tak menyadari bahwa ada allah dam hidupku.

"Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada allah sahaja. Aku hanya berikhtiar-ikhtiar saja. Aku tidak melibatkan allah sejalan-jalannya"

Aku sadar akan hal itu. Siapa yang bekerja, maka akan mendapat gajian. Siapa yang belajar, maka ia kan mendapat ilmunya. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya.Maka, siapa yang melibatkan allah, maka didalam ikhtiarnya ada Allah. Dan Allah, berarti ibadah dan keberkahan. Ikhtiarnya menjadi ibadah dengan mengandung keberkahan.Dan tentu saj, tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar, lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan allah, dan yanbg tidak menyempurankan ikhtiar. Hasilnya pasti berbeda..!!!

Benar saja.., aku melibatkan allah dalam hidupku. Aku merasa lebih baik lagi walaupun nilaiku masih ada yang setengah lingkaran tapi aku puas karna ini dijalaninya bersama Allah. Nilaiku??? Aku seakan puas dengan apa yang aku dapat sekarang walupun kurang sedikit. Aku memperoleh dengan cara yang benar yang membuat hatiku tenang. Gak peduli dengan omongan orang tentang nilaiku. Dimata Allah sama (siahkan mau ngasih koment apa??)

Wes,..!! Jadikan hidup ini beda dah..!!
Jadikan ia lebih bermakna, lebih berisi, khususnya diisi dengan ibadah, dengan iman, dengan tauhid.

"Selalu libatkan Allah dalam hidup dan ikhtiar aku, kamu, kita, dan mereka"
"Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita, sebabkita tidak melibatkan Allah" (QS. Al-Fatehah : 5-7)
"Kalau kita mengetuk pintu Allah, maka pintunya Allah itu yang tidak pernah tertutup selalu terbuka"
"Orang yang mengenal Allah dan meyakininya, insyallah akan tenang hidupnya, jauh bdari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan"

Hem..., itulah ceritaku yang jatuh bangun mengejar nilai, hasilnya?? jangan ditanya... :) jangan Lupa, "selalu hadirkan allah dalam kehidupan"
semoga bermanfaat bagi semuanya :) amiin...

Wassalammualiakum..... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar