Rabu, 06 November 2013

Menikah sarana menjaga kesucian


Manusia, telah dicipatakan berpasang-pasangan oleh Allah, dan merupakan fitroh pula diantaranya, timbul rasa kasih sayang, dan islam telah memberikan solusi berupa pernikahan. Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunah nabi dan untuk menjaga agama serta kehormatan.
Lebaran Idul adha kemaren (tahun 2013), aku mendapat undangan pernikahan sebanyak 4 undangan. Aku kaget, semuanya adalah teman sekolah dan teman bermainku. Mendapat undangan sebanyak itu membuatku bingung #bingung kondangan pake uang siapa. :P


 Undangan pertama dari Gupron dan Liz. Kurang lebih 2 tahun mereka menjalani masa berpacaran. Tentunya sedikit cerita yang bisa aku dapatkan. Hubungan kurang sedap kalau tidak mengalami permasalahan yang membuat semakin erat. Hubungan mereka sempat mengalami perpisahan, hal ini tidak lantas membuat hubungan kekeluargaan semakin menjauh. Gupron sempat bercerita, sebenarnya dia sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kembali hubungannya dengan Liz. Keluarga Liz meminta untuk bisa meneruskan hubungan ini sampai menikah. Gupron hanya bisa berharap yang terbaik. Setiap malam dia melaksanakan sholat tahajud dan berdoa agar mendapatkan jalan yang terbaik untuk hubungannya. Allah mendengar doanya, atas izin Allah mereka akhirnya menikah. Ikut bahagia dan senang, tak lupa juga ikut foto-foto dan ngambil bunga melati penganten. Mitosnya sie biar cepet ketularan.. hehehehhe...

Aku hanya bisa menghadiri pernikahnnya seraya berdoa untuk mereka “semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah”.
Mereka kompak menjawab “Amiin…, terimakasih, kapan nyusul?”
Aku, aku hanya bisa menjawab “doakan saja, jodohku masih menjadi rahasia Allah”



 
Well, ini dia undangan ke dua. Undangan ini secara tidak langsung ditunjukan kepadaku. undangan ini berasal dari Andri dan Rina. Mengapa tidak langsung? Karena undangn ini hanya lewat telefon. Jahat banget kan!!
Sempat bercerita kalau Andri akan menikah dengan gadis asal jawa barat. Saat itu hatiku hancurrr!! Sebabnya adalah, dia udah berjanji akan nikahin aku… eh bukan dink..!! namun aku tak bisa menghadiri acara pernikahannya. Proses ijab kobulnya barengan sama gupron, dan dia ijab di tempat Rina di Jawa Barat. Jauh kan?? yang deket juga ada. Meskipun tak melihat ijab kobulnya, aku kecipratan makanannya hehehehehe #tambah endutz…
Doaku untuk kalian semoge menjadi keluarga “SAMARA”

Undangan ke tiga, berasal dari teman bermainku. Bayani, dia dipersunting oleh pria asal…. #lupa yakin..!! hehehehe ah pokoknya pria itu bernama Rizal.

Mereka sudah lama berpacaran, dan memutuskan untuk menikah dibulan haji ini. Hehehe.. pergi kondangan, aku lihat dari jarak 25 meter sudah terlihat pelaminannya. Diamana mereka akan duduk bersanding, dimana orang-orang dapat melihat kebahagian yang dirasakan oleh mereka. Masuk kedalam rumahnya dengan berbekal kamera, aku dipersilahkan duduk dan diberi segelas air teh hangat. Ngobrol-ngobrol ringan sembari diiringi lagu dangdut yang aduhai. Mataku tak berkedip melihat pelaminan itu sembari membayangkan “andai yang duduk dipelaminan itu adalah aku dengan pangeranku” hahahaha mimpi #plakkk!! Meminum teh yang di sediakan lalu meminta izin untuk foto dipelaminan. Jepret… jepret…. :P lalu pamit pulang dengan menyodorkan amplop kosong… #hah!! Ada kok, tapi sedikit.
Sore harinya, dimana aku menunggu untuk proses ijab Kabul. Namun, kebagian jaga warung aku tak bisa melihat proses sakral itu. Sedih sie.., tapi gak apa-apa kok masih bisa liat dia bersanding dipelaminan. Nah pas moment jepret foto, aku ga bisa ikutan karena prosesnya dipercepat. Alhasil aku ga bisa foto sama tuh penganten.. :(
Doaku untuk kalian sama “semoga menjadi keluarga SAMARA”

#Just info, dulu pas masih SD Bayani pernah suka sama Andri. Sekarang mereka sudah menemukan pasangan masing-masing 

Undangan ke empat, berasal dari teman SD, tetangga sebelah namanya Lina, dia menikah dengan teman SMP ku yang juga teman Lina juga. Namanya Heri. Lagi-lagi aku tidak bisa menghadiri pernikahan itu. Karena aku harus balik lagi kejogja untuk melanjutkan penelitianku.
Singkat cerita, hubungan mereka sudah berjalan hampir 3 tahun. #singkat banget kan?? Hehehehe.. Heri berasal dari desa sebelah, yaitu kutayu. Jauh sih.. harus nyebrang sungai dan melewati gunung. #akh lebay..!! hubungan itu berawal dari acara reunian anak SMP pas lebaran tahun 2011, waktu itu aku gak tau karena aku ga ikut. Capek... baru datang dari jogja. Tau tau dah mau nikah. Good lah… :p
Dan sama doaku untuk kalian “semoga menjadi keluarga SAMARA”





Sedangkan aku, aku harus mencari dimana imamku berada dan Allah mempertemukanku dengannya.
Kalian…, tunggu undangan dariku yah…
Cepet-cepet kasih aku ponakan…, ntar lo anak kalian udah pada gede kita jodohin aja yah.. mau gak?? Hahahhaha #ide gila!!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar