Manusia, telah dicipatakan berpasang-pasangan oleh Allah, dan
merupakan fitroh pula diantaranya, timbul rasa kasih sayang, dan islam telah
memberikan solusi berupa pernikahan. Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian
dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat
menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah
diniatkan karena mengikuti sunah nabi dan untuk menjaga agama serta kehormatan.
Lebaran Idul adha kemaren (tahun 2013), aku mendapat undangan
pernikahan sebanyak 4 undangan. Aku kaget, semuanya adalah teman sekolah dan
teman bermainku. Mendapat undangan sebanyak itu membuatku bingung #bingung
kondangan pake uang siapa. :P
Aku hanya bisa
menghadiri pernikahnnya seraya berdoa untuk mereka “semoga kalian menjadi
keluarga yang sakinah, mawadah warahmah”.
Mereka kompak
menjawab “Amiin…, terimakasih, kapan nyusul?”
Aku, aku hanya bisa
menjawab “doakan saja, jodohku masih menjadi rahasia Allah”
Well, ini dia undangan ke dua. Undangan ini secara tidak
langsung ditunjukan kepadaku. undangan ini berasal dari Andri dan Rina. Mengapa
tidak langsung? Karena undangn ini hanya lewat telefon. Jahat banget kan!!
Sempat bercerita
kalau Andri akan menikah dengan gadis asal jawa barat. Saat itu hatiku
hancurrr!! Sebabnya adalah, dia udah berjanji akan nikahin aku… eh bukan
dink..!! namun aku tak bisa menghadiri acara pernikahannya. Proses ijab
kobulnya barengan sama gupron, dan dia ijab di tempat Rina di Jawa Barat. Jauh
kan?? yang deket juga ada. Meskipun tak melihat ijab kobulnya, aku kecipratan
makanannya hehehehehe #tambah endutz…
Doaku untuk kalian
semoge menjadi keluarga “SAMARA”
Undangan ke tiga, berasal dari teman bermainku. Bayani, dia
dipersunting oleh pria asal…. #lupa yakin..!! hehehehe ah pokoknya pria itu
bernama Rizal.
Mereka
sudah lama berpacaran, dan memutuskan untuk menikah dibulan haji ini. Hehehe.. pergi
kondangan, aku lihat dari jarak 25 meter sudah terlihat pelaminannya. Diamana
mereka akan duduk bersanding, dimana orang-orang dapat melihat kebahagian yang
dirasakan oleh mereka. Masuk kedalam rumahnya dengan berbekal kamera, aku
dipersilahkan duduk dan diberi segelas air teh hangat. Ngobrol-ngobrol ringan
sembari diiringi lagu dangdut yang aduhai. Mataku tak berkedip melihat
pelaminan itu sembari membayangkan “andai yang duduk dipelaminan itu adalah aku
dengan pangeranku” hahahaha mimpi #plakkk!! Meminum teh yang di sediakan lalu
meminta izin untuk foto dipelaminan. Jepret… jepret…. :P lalu pamit pulang
dengan menyodorkan amplop kosong… #hah!! Ada kok, tapi sedikit.
Sore
harinya, dimana aku menunggu untuk proses ijab Kabul. Namun, kebagian jaga
warung aku tak bisa melihat proses sakral itu. Sedih sie.., tapi gak apa-apa
kok masih bisa liat dia bersanding dipelaminan. Nah pas moment jepret foto, aku
ga bisa ikutan karena prosesnya dipercepat. Alhasil aku ga bisa foto sama tuh
penganten.. :(
Doaku untuk
kalian sama “semoga menjadi keluarga SAMARA”
#Just info, dulu pas masih SD Bayani pernah suka sama Andri.
Sekarang mereka sudah menemukan pasangan masing-masing
Undangan ke empat, berasal dari teman SD, tetangga sebelah
namanya Lina, dia menikah dengan teman SMP ku yang juga teman Lina juga.
Namanya Heri. Lagi-lagi aku tidak bisa menghadiri pernikahan itu. Karena aku
harus balik lagi kejogja untuk melanjutkan penelitianku.
Singkat cerita, hubungan mereka sudah berjalan hampir 3
tahun. #singkat banget kan?? Hehehehe.. Heri berasal dari desa sebelah, yaitu
kutayu. Jauh sih.. harus nyebrang sungai dan melewati gunung. #akh lebay..!!
hubungan itu berawal dari acara reunian anak SMP pas lebaran tahun 2011, waktu
itu aku gak tau karena aku ga ikut. Capek... baru datang dari jogja. Tau tau
dah mau nikah. Good lah… :p
Dan sama doaku untuk kalian “semoga menjadi keluarga SAMARA”
Sedangkan aku, aku harus mencari dimana imamku berada dan
Allah mempertemukanku dengannya.
Kalian…, tunggu undangan dariku yah…
Cepet-cepet kasih aku ponakan…, ntar lo anak kalian udah pada
gede kita jodohin aja yah.. mau gak?? Hahahhaha #ide gila!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar